![]() |
Bima, Pena Warta NTB.Com. Pengadaan Gas Elpiji subsidi pemerintah bertujuan untuk membantu masyarakat terutama bagi masyarakat kurang mampu. Sebelum gas Elpiji tersalurkan ke masyarakat, pemerintah daerah membentuk pangkalan di semua wilayah sebagai wadah resmi untuk penyalurannya . Rupanya akhir- akhir ini pangkalan selaku pihak yang dipercaya oleh pemerintah sebagai wadah penyaluran justru telah berbuat ulah, curang dan nakal. Diduga kuat telah melakukan kecurangan yakni dengan cara menjual gas Elpiji kepada pengecer dengan ' permufakatan jahat ' yakni menjualnya dengan harga di atas HET ( Harga Eceran Tertinggi ) lalu kemudian para pengecer menjual dengan harga yang fantastis ( tak terjangkau ). Dari ulah beberapa pangkalan yang bermain mata dengan pengecer sehingga masyarakat kena imbasnya terjadi kelangkaan yang luar biasa. Kelangkaan itu tidak hanya terjadi di wilayah bolo Madapangga melainkan terjadi di hampir semua wilayah.
Masyarakat saai ini dihadapkan sejumlah persoalan yang melilitnya, dipusingkan Mencari kemana mana Mencari gas Elpiji. Oleh sebab itu masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk segra memberikan tindakan tegas terhadap pangkalan nakal yang dimaksud. " Bima bermartabat, rakyat berdaulat " .
Salah seorang warga di Kecamatan Bolo memberikan sinyalemen terhadap Ady Irfan sebagai pemerintah daerah untuk segra mengambil sikap tegas dalam hal ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pangkalan gas Elpiji dan jika ditemukan indikasi kecurangan maka sepatutnya untuk mencabut ijinnya. " Kami hanya ingin tindakan tegas Ady Irfan", pintanya penuh harap.
Ditambahkannya, sebaiknya pemerintah daerah bersama OPD dengan unsur pemerintah kecamatan untuk turun ke masyarakat dalam rangka melakukan evaluasi , sidak dan sebagainya di sejumlah pangkalan. Karena selain diindikasikan melambungnya harga juga terjadi kelangkaan di sejumlah wilayah. " Diduga kuat mereka telah melakukan penimbunan dengan target menaikan harga" . Akibatnya masyarakat sengaja dibuat kebingungan. Bingung mencari dan mendapatkan gas Elpiji.
Menurut hemat kami, gas Elpiji tidak akan terjadi kelangkaan karena pengalokasian itu berdasarkan data jumlah yang diusulkan dari tingkat yang lebih rendah ( tingkat RT , dusun dan desa ) sehingga tidak ada alasan sedikitpun terjadi kelangkaan gas Elpiji melainkan kelangkaan itu terjadi akibat ulah para pangkalan yang menginginkan keuntungan yang lebih , seperti menjual ke para pengecer dengan harga tinggi kemudian pengecer menampung gas Elpiji dan ironisnya mereka justru menjualnya dengan harga yang mencengangkan akibatnya masyarakat semakin terpuruk. Dengan harapan setelah membaca Brita ini pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Bima ( Ady Irfan, red) segra melakukan tindakan sehingga kelangkaan yang terjadi dapat segra teratasi. " Begitu juga dengan Pertamina selaku pihak yang dipercaya oleh pemerintah daerah agar berpegangan tangan , bahu-membahu dalam rangka mengatasi persoalan yang sedang dihadapi warga. " Masyarakat senang, makmur dan sejahtera, harapnya tulus mengakhiri perbincangan dengan media ini. ( Red)

COMMENTS